HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DAN PERSEPSI LINGKUNGAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA URBAN DI JAKARTA

  • Cornelis Novianus Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka
  • Iswahyudi . Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka

Abstract

Kelelahan kerja merupakan masalah yang sering dijumpai pada tenaga kerja. Kelelahan kerja merupakan masalah penting dalam K3 yang perlu ditanggulangi dengan baik sebab dapat menyebabkan berbagai masalah seperti kehilangan efisiensi dalam bekerja, penurunan produktivitas dan kapasitas kerja serta kesehatan dan daya tahan tubuh yang dapat berisiko terjadinya kecelakaan kerja termasuk bagi pekerja urban di daerah perkotaan seperti Jakarta. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan variabel independent variabel karakteristik pekerja (umur, jenis kelamin, Pendidikan, lama kerja), kebiasaan sarapan pagi dan persepsi lingkungan kerja dengan variabel dependen yaitu kelelahan kerja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analitik dengan pendekatan Cross Sectional, instrumen penelitian menggunakan kuesioner, populasi penelitian ini adalah pekerja urban yang bekerja di Jakarta, sampel penelitian menggunakan rumus besar sampel yang tidak diketahui populasinya berjumlah 107 responden, cara pengambilan sampel menggunakan non random, purposive sampling, dalam sampel ini yang diambil adalah pekerja urban yang berdomisili di wilayah Bogor, Depok, Bekasi dan Tangerang dan uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini didapatkan sebagian besar pekerja yang mengalami kelelahan kerja sebanyak 58,9%, pekerja berumur > 35 tahun  sebanyak 51,4%, pekerja yang berjenis kelamin perempuan 57,0%, pekerja yang berpendidikan < SMU sebanyak 59,8%, pekerja yang lama kerja > 6 tahun sebanyak 59,8%, pekerja yang kebiasaan sarapan pagi kurang baik sebanyak 76,6% dan pekerja yang memiliki persepsi lingkungan kerja yang baik sebanyak 62,6%, variabel yang berhubungan dalam penelitian ini adalah variabel umur, kebiasaan sarapan pagi dan persepsi lingkungan kerja sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah variabel jenis kelamin, pendidikan dan lama kerja, saran penelitian ini diharapkan para pekerja dapat mengatur secara maksimal waktu istirahat dan mengknsumsi makanan yang bergizi untuk menurunkan tingkat kelelahan kerja.

References

Akbar, dkk. 2015. Perbedaan Tingkat Kelelahan Kerja Berdasarkan Kebiasaan Sarapan Pada Pekerja Kurir Pengiriman Barang JNE Di Kota Medan Tahun 2015. Universitas Sumatera Utara, Medan.
Almatsier, S, 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta
BPJS Ketenagakerjaan. (2021). Data Kecelakaan Kerja. Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan
Depdiknas RI. 2015. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI). Jakarta
Faiz, N. 2014. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian operator SPBU di Kecamatan Ciputat. Tangerang Selatan. Skripsi: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.
Hastuti, Dyah Dewi. 2015. Hubungan Antara Lama Kerja dengan Kelelahan Pada Pekerja Konstruksi Di PT. Nusa Raya Cipta Semarang. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
Hurlock. 2008. Psikologi, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka
Herliani. 2012. Hubungan Status Gizi dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Industri Pembuatan Gamelan di Daerah Wirun Sukohardjo. Skripsi. Universitas Sebelas Maret
Ihsan, dkk. 2015. Hubungan Antara Bahaya Fisik Lingkungan Kerja dan Beban Kerja Dengan Tingkat Kelelahan Pada Pekerja di Divisi Stamping PT. X Indonesia. Jurnal Teknik Lingkungan UNAND Volume 12, Nomor: 1
International Labour Organization (ILO). 2018. World employment and social outlook – trends 2018. 82.
Kusuma, Sunaryo, M.Pd. 2014. Ergonomi dan Keselamatan Kesehatan Kerja, PT. Remaja Rosdakarya Offset, Bandung
Moehji, S. 2009. ILMU GIZI 2. Penerbit Papas Sinar Sinarti. Jakarta: 63, 66
Nursalam. 2007. Manajemen Keperawatan, Aplikasi dalam Praktik Keperawatan Profesional (ed. 2).Jakarta: Salemba Medika
Purwaningsih, 2016. Asuhan Keperawatan Jiwa. Jakarta : EGC
Pramitasari, R. M. 2016. Pengaruh Masa Kerja Dan Shift Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Pada Perawat Inap Di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta. Universitas Muhammadiyah Surakarta
Ranthy. 2012. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Pramuniaga Ramayana Makassar Town Square Kota Makassar Tahun 2012. Skripsi. UIN Alauddin Makassar
Robbins, P. Stephen. 2003. Perilaku Organisasi. Edisi Sembilan, Jilid 2. Edisi Bahasa Indonesia. PT Indeks Kelompok Gramedia, Jakarta
Sastroasmoro, Sudigdo & Ismael, Sofyan. 2008. Dasar-Dasar Metodologi PenelitianKlinis Edisi ke-3. Jakarta: Sagung Seto.
Susanty, R. R. 2015. Hubungan Antara Beban Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Konstruksi Pt. Adhi Karya Tbk (Persero) Proyek Grand Dhika Commercial Estate Semarang. Universitas Negeri Semarang
Suliswati, dkk, (2007). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta: EGC
Suma’mur. 2016. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES) (2nd ed.). CV Sagung Seto
Tenggor, D., Pondaag, L., & Hamel, R. S. (2019). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado. 7(1).
Widyana (2016). Hubungan Kualitas Pelayanan Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Inap Kelas 3 Di RSUD Dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Tahun 2016. SKripsi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto
World Health Organization. 2020. Pandemic fatigue. World health organization, (fatigue, work fatigue). Diambil dari https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/335820/who-euro-2020-1160-40906-55390-eng.pdf.
Published
2023-10-31
How to Cite
Novianus, C., & ., I. (2023). HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN PAGI DAN PERSEPSI LINGKUNGAN KERJA DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA URBAN DI JAKARTA. Jurnal Fisioterapi Dan Kesehatan Indonesia, 3(2), 76-88. https://doi.org/10.59946/jfki.2023.231